KEPANDUAN SD NEGERI SEDA

Kegiatan Kepanduan Pangkalan SD Negeri Seda yang dilaksanakan setiap hari Jumat sebagai kegiatan Ekstrakulikuler Sekolah

KEGIATAN PERSARI

Upacara Pembukaan Perkemahan Sehari (PERSARI) sebagai sarana apresiasi siswa dalam kegiatan Kepanduan di gudep masing-masing

KEPALA SEKOLAH

Kepala Sekolah SD Negeri Seda Bapak KARYANI, S.Pd beliau berasal dari desa Randobawailir dan menjabat sebagai kepala sekolah pertama sepanjang setelah merger / penggabungan yang sebelumnya dijabat oleh Bapak Drs. PANCA UNARA yang berasal dari desa Sukasari

PROFIL PERSONIL

Daftar Personal Pendidik dan Tenaga Kependidikan SD Negeri Seda Tahun Pelajaran 2014 - 2015

SD NEGERI SEDA

Lapangan Sekolah yang telah mengalami perubahan meskipun belum sebaik yang diharapkan dikarenakan proses pembangunan yang panjang sehingga diperlukan kerjasama dari semua pihak agar fasilitas sekolah semakin baik kedepannya

Selasa, 22 Desember 2020

PIP (Program Indonesia Pintar)

 






Rapor Mutu Sekolah Tahun 2016-2019

PMP merupakan kepanjangan dari Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. PMP adalah suatu mekanisme yang sistematis, terintegrasi dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu dan aturan yang ditetapkan. Untuk dapat melakukan penjaminan mutu pendidikan dengan baik diperlukan adanya sistem penjaminan mutu pendidikan. Sistem  penjaminan  mutu  pendidikan  dasar  dan menengah terdiri atas dua komponen yaitu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

Berikut ini adalah Rapor Mutu SD Negeri Seda dari 2016 sampai dengan 2019:


Senin, 16 November 2020

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tema 6 Subtema 1 Materi Sumber Energi Melalui Media Audio-Visual Berbasis Powerpoint Pada Siswa Kelas III SD Negeri Seda (PTK)

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
OLEH : IMAMUL ARIPIN, S.Pd 

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA 6 SUBTEMA 1 MATERI SUMBER ENERGI MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL BERBASIS POWERPOINT PADA 
SISWA KELAS III SD NEGERI SEDA

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Seda melalui media Audio-Visual berbasis powerpoint. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini siswa kelas III SD Negeri Seda tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 29 siswa, yang terdiri dari 16 siswa laki- laki dan 13 siswa perempuan. Desain penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari beberapa kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar tes prestasi belajar, lembar observasi, dan kamera. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Indikator penelitian ini adalah minimal 75% dari seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran telah mencapai taraf kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan yaitu nilai ≥ 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Audio-visual berbasis powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar Tema 6 Subtema 1 Pembelajaran 1 pada muatan IPA dengan materi Sumber Energi siswa kelas III SD Negeri Seda. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa sebelum dilakukan tindakan dan sesudah dilakukan tindakan. Nilai rata-rata kelas sebelum dikenai tindakan yaitu 62,25, pada siklus I meningkat menjadi 71,29 dan pada siklus II menjadi 79,96. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada pra tindakan sebanyak 10 siswa atau sebesar 34,5%, pada siklus I meningkat menjadi 16 siswa atau sebesar 55,17%, dan pada siklus II menjadi 25 siswa atau sebesar 86,21%.


Kata Kunci: Hasil belajar IPA, Audio-Visual Berbasisi Powerpoint

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Dalam proses pembelajaran IPA kurang adanya penggunaan pendekatan, media dan metode yang tepat, sehingga cenderung guru yang aktif dan siswa pasif (Teacher Center). Guru sering kali menyampaikan materi pengetahuan alam apa adanya (konvensional). Siswa menganggap pembelajaran IPA sangat sulit, membosankan dan kurang menarik. Anggapan itulah yang pada akhirnya menjadikan siswa memahami materi hanya berupa konsep yang abstrak dan kurang menguasai ketrampilan proses dalam pembelajaran, yang akhirnya menjadi penyebab pada rendahnya minat belajar dan hasil belajar siswa khusunya materi Sunber Energi dalam mata pelajaran pengetahuan alam. Oleh karena itu peneliti mencoba menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan problematika yang ada dalam proses belajar mengajar menggunakan suatu media pembelajaran dengan menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan sehingga mampu mencapai tujuan dari pembelajaran dengan perolehan nyata hasil belajar siswa yang sesuai dengan standar KKM: 70 yang telah ditentukan.

 

B.  Identifikasi Masalah

1.      Pembelajaran IPA pada kelas III masih menggunkan metoda konvensional.

2.      Kurangnya kreasi di dalam kegiatan pembelajaran.

3.      Belum terlibatnya siswa di saat proses pembelajaran secara aktif.

4.      Nilai Hasil belajar IPA di SD Negeri Seda belum memuaskan. 

5.      Media Audio-visual berbasis Powerpoint belum pernah diterapkan.

 

C.  Rumusan Masalah

Berpijak pada latar belakang masalah dan identifikasi masalah maka rumusan masalah penelitian ini adalah:

1.         Bagaimana perencanaan media Audio-Visual berbasis Powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar materi Sumber Energi pada siswa kelas III SD Negeri Seda?

2.         Bagaimana penerapan media Audio-Visual berbasis Powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar materi Sumber Energi pada siswa kelas III SD Negeri Seda?

3.         Bagaimana media Audio-Visual berbasis Powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar materi Sumber Energi pada siswa kelas III SD Negeri Seda?

 

D.  Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan media Audio-Visual berbasis Powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar Sumber Energi pada siswa kelas III SD Negeri Seda.

 

 

 

E.  Manfaat Penelitian

1.    Praktis

a.    Bagi peserta didik, diharapkan agar peserta didik merasakan bahwa pembelajaran IPA terasa lebih mudah, menarik dan menyenangkan serta pemahaman dan hasil belajar menjadi meningkat.

b.    Bagi guru, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan guru dalam mengajar serta menambah wawasan bagi guru agar lebih teliti dalam memilih metode dan model pembelajaran.

c.    Bagi lembaga sekolah, diharapkan dapat menjadi sumbangan keilmuan dan meningkatkan mutu sekolah melalui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.

2.    Teoritis

a.    Untuk pengembangan kurikulum ditingkat sekolah.

b.    Untuk pelaksanaan inovasi pembelajaran.

c.    Untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui proses latihan sistematis secara berkelanjutan.

 

 BAB II

KAJIAN TEORI

 

A. Tinjauan Tentang Hasil Belajar

1.        Definisi Belajar

Beberapa ahli dalam pendidikan memberikan definisi belajar sebagai berikut. Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan satu lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (Slameto, 2003:2). Morgan (Purwanto, 2002: 84) mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

2.    Hasil Belajar

Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti suatu materi tertentu dari mata pelajaran yang berupa data kuantitatif maupun kualitatif. Untuk melihat hasil belajar dilakukan suatu penilaian terhadap siswa yang bertujuan untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai suatu materi atau belum. Hasil belajar dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian (formatif), nilai ulangan tengah semester (subsumatif), dan nilai ulangan semester (sumatif). Dalam penelitian tindakan kelas ini, yang dimaksud hasil belajar siswa adalah hasil ulangan harian yang diperoleh siswa dalam mata pelajaran Pengetahuan Alam. Ulangan harian dilakukan setiap selesai proses pembelajaran dalam suatu bahasan atau kompetensi tertentu.

B. Tinjauan Energi dan Sumber Energi

1.  Pengertian Energi

Nursuhud (2006: 01) Energi adalah sesuatu yang bersifat abstrak yang sukar dibuktikan tetapi dapat dirasakan adanya. Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja (energy is the capacity for doing work).

2.    Pengertian Sumber Energi

Sedangkan sumber energi adalah semua benda yang menghasilkan energi. Contohnya: air dan udara.

Berdasarkan sumbernya, energi dapat dibedakan menjadi energi yang berasal dari bumi (terrestrial) dan yang berasal dari luar bumi (extraterrestrial). Sumber energi juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sifatnya. Sumber energi dari bumi dikategorikan menjadi jenis renewable atau nondepleted energy dan non-rennewable atau deplated energy. Sumber energi yang renewable atau dapat didaur ulang, seperti energi kayu, biomassa, biogas. Sumber energi dari luar bumi, misalnya energi surya dan resources. Sedangkan energi seperti minyak bumi, batubara dan gas alam adalah sumber energi yang bersifat tidak dapat diperbaharui atau dapat habis.

C. Tinjauan tentang Media Pembelajaran

1.          Pengertian Media Pembelajaran

Azhar Arsyad (2003: 3) menjelaskan bahwa kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah” “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (message), merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar (Aqib, 2002: 58). Media dapat diartikan juga sebagai alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah, 2002: 137).

2.          Manfaat dan Fungsi Peranan Media Pembelajaran

Sadiman, dkk (2009: 17) menyatakan bahwa secara umum media mempunyai kegunaan-kegunaan sebagi berikut.

a.          Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis.

b.         Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

c.          Penggunaan media secara tepat dan bervariasai dapat mengatasi sikap pasif anak didik.

d.         Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda serta kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk tiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan apabila semua itu harus diatasi sendiri. Hal itu akan lebih sulit lagi bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah tersebut dapat diatasi dengan media, yaitu dengan kemampuannya dalam:

1)        Memberikan perangsang yang sama.

2)        Mempersamakan pengalaman.

3)        Menimbulkan persepsi yang sama.

3.          Jenis-jenis Media Pembelajaran

Media yang digunakan dalam pembelajaran banyak ragam dan jenisnya. Mulai dari yang sifatnya sederhana sampai yang modern, dari yang murah harganya sampai yang mahal. Setiap media tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Sudjana dan Rivai (2002: 3) mengelompokkan media pembelajaran menjadi empat jenis, yaitu (1) media dua dimensi (grafis) seperti gambar, foto, grafis, bagan atau diagram, poster, kartun, dan komik, (1) media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model padat (solid model), model penampang, model susun, model kerja, diorama, dan model bangun ruang, (3) media proyeksi seperti slide, film strip, film dan OHP (over head projector), dan (4) lingkungan sebagai media pembelajaran, contohnya lingkungan sekolah dan sebagainya.

D.  Tinjauan tentang Media Audio-Visual berbasis Powerpoint

1.        Pengertian Audio-Visual

          Media Audio-visual adalah media yang memiliki unsur suara dan juga unsur gambar. Jenis media ini memiliki keahlian yang lebih baik, sebab meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan juga visual (melihat). Media Audiovisual adalah suatu alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipakai dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan juga kata yang diucapkan dalam memberi pengetahuan, sikap, dan ide.

2.        Jenis-jenis Audio Visual

Adapun jenis-jenis media audio visual ialah sebagai berikut :

a.        Audio-Visual Murni

1.    Film Bersuara ada berbagai macam jenis, ada yang dipakai untuk hiburan, contohnya seperti film komersial yang diputar di bioskop-bioskop. Tetapi, film bersuara yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah film sebagai alat pembelajaran.

2.    Video merupakan suatu media audio-visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disampaikan dapat bersifat fakta maupun fiktif, dapat bersifat informative, edukatif atau bisa juga instruksional.

3.    Televisi merupakan media yang menyajikan pesan-pesan pembelajaran secara audio-visual dengan disertai unsur gerak didalamnya.

b.        Audio-Visual tidak murni

Audio Visual tidak murni adalah media yang unsur suara dan juga gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Audio-visual tidak murni ini biasa disebut juga dengan audio-visual diam plus suara merupakan media yang menampilkan suara serta gambar diam, contoh seperti Sound slide (Film bingkai suara).

3.        Pengertian Media Audio-visual berbasis Powerpoint

Powerpoint adalah sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft, dan merupakan salah satu progarm berbasis multimedia. Seperti yang dikemukakan oleh Riyana (2008: 102) sebagai berikut.

Program Microsoft office Powerpoint adalah salah satu software yang dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan mudah dalam penggunaan dan relatif murah karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk menyimpan data (data storage).

Risky (2002: 8) menyatakan bahwa Powerpoint merupakan program aplikasi yang berfungsi untuk membuat presentasi dalam bentuk slide-slide. Sedangkan menurut Sriyanto (2009) Powerpoint merupakan program microsoft office yang dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan, pemerintah, pendidikan, maupun perorangan dengan berbagai fitur menu yang menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik. Powerpoint ini menarik digunakan karena kemampuannya dalam mengolah teks, warna, gambar, dan grafik serta animasi-animasi yang bisa diolah sendiri sesuai kreatifitas penggunanya.

 

 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan di SD Negeri Seda adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki atau untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas (Kasihani Kasbolah, 1999:13).

Suroso (2009: 30) berpendapat bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktik- praktik pembelajaran di kelas secara lebih profesional.

 

B. Seting Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Seda Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45558. Adapun pemilihan tempat penelitian ini karena penulis bertugas di SD Negeri Seda, Mandirancan dan masalah ini belum pernah diteliti, demikian kondisi kelas dan sekolah beserta materi pelajaran telah dipahami dan diketahui penulis sebelumnya.

 

 

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2020/2021, yaitu bulan Oktober sampai dengan Desember 2020. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah, karena PTK memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif di kelas.

3. Keadaan Siswa

Dalam penelitian ini yang dijadikan subjek penelitian adalah semua siswa kelas III SD Negeri Seda Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan. Jumlah keseluruhan adalah 29 siswa dengan komposisi 13 siswi perempuan dan 16 siswa laki-laki. Rata-rata usia siswa-siswi adalah 8-9 tahun. Menurut Jean Peaget kemampuan perkembangan intelektual pada usia tersebut adalah oprasional konkret dimana siswa sudah mempunyai kemampuan konservasi, klasifikasi, seriasi dan konsep angka.

 

C. Teknik Pengumpulan Data

Tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data, sehingga teknik pengumpulan data dianggap paling penting dan utama dalam penelitian. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.         Observasi

Suharsimi Arikunto (2006: 156) menyatakan bahwa observasi merupakan kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran IPA dengan menggunakan media Audio-visual berbasis Powerpoint. Observasi dilakukan dengan berpedoman pada lembar observasi yang telah dibuat.

2.         Tes

Padmono (2002: 7) mendefinisikan bahwa tes adalah suatu cara untuk mengadakan pengukuran berupa tugas atau serangkaian kegiatan yang harus dilakukan subjek sehingga menghasilkan informasi tentang performan atau penampilan perilaku tertentu yang dapat dibandingkan dengan skor standard atau dengan kelompoknya. Tes yang digunakan pada penelitian ini berbentuk pilihan ganda. Tes prestasi belajar diberikan di akhir siklus dengan tujuan untuk mengukur sejauh mana prestasi siswa setelah pembelajaran menggunakan media Audio-visual berbasis Powerpoint.

3.         Dokumentasi

Sugiyono (2008: 240) menyatakan bahwa dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan gambar/foto pada saat proses pembelajaran. Foto tersebut untuk mengggambarkan secara nyata aktivitas siswa dikelas selama proses pembelajaran dan juga sebagai bukti autentik penelitian yang telah dilakukan.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti untuk kegiatan mengumpulkan data agar kegiatannya tersebut lebih sistematis dan lebih mudah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.         Lembar Observasi merupakan panduan peneliti dalam mengadakan pengamatan pada saat proses pembelajaran IPA sedang berlangsung di dalam kelas.

2.         Tes Prestasi Belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi. Tes prestasi adalah tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mengerjakan sesuatu. Tes dalam penelitian ini menggunakan tes obyektif berupa soal pilihan ganda. Soal tes yang digunakan terdiri dari tiga jenjang ranah kognitif, yaitu ingatan (C1), pemahaman (C2), dan penerapan (C3).

3.         Kamera

Kamera adalah alat yang digunakan untuk memotret atau mengambil gambar suatu benda dalam bentuk foto. Kamera dalam penelitian ini digunakan untuk mendokumentasikan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, hasil yang didapatkan berupa gambar/foto.

 

E. Teknik Analisis Data

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kuantitatif. Secara rinci, teknik analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.         Analisis data lembar observasi

Observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung pada setiap siklusnya. Untuk menganalisis data hasil observasi dilakukan dengan menggunakan skala Guttman yaitu dengan menggunakan dua pilihan jawaban ya atau  tidak  yang  disertai  deskripsi  singkat.  Rentang  skornya  adalah  0-1 (0 untuk jawaban tidak, 1 untuk jawaban ya). Berikut kriteria lembar observasi guru dan lembar observasi siswa.

2.         Analisis data tes hasil belajar

Tes prestasi siswa dilakukan pada akhir siklus. Hal ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA menggunakan media Audio-visual berbasis Powerpoint. Langkah pertama yang dilakukan adalah menghitung skor hasil tes, kemudian mencari rerata yaitu dengan rumus sebagai berikut: 

 Sedangkan untuk menghitung persentase ketuntasan siswa secara keseluruhan menurut Anas Sudijono (2006:  43) rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:


F. Indikator Kinerja

     Indikator kinerja penelitian untuk meningkatkan prestasi belajar dengan menggunakan media Audio-visual berbasis Powerpoint pada pembelajaran mata pelajaran IPA siswa kelas III SD Negeri Seda adalah:

1.      Siswa

a.         Tes: minimal 75% dari seluruh siswa yang mengikuti proses pembelajaran telah mencapai taraf Kriteria Ketuntasan Minimal yang sudah ditentukan yaitu nilai minimal ≥ 70.

b.         Obesrvasi: Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar

2.      Guru

a.          Dokumentasi: kehadiran siswa

b.         Observasi: hasil observasi

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

A.    Hasil Penelitian

1.         Kondisi Awal

Sebelum melaksanakan proses penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan pengamatan pra siklus di SD Negeri Seda Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan. Pengamatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2020 selama satu pertemuan (2x35 menit) pelajaran dengan dibantu oleh guru kolaborator. Dalam pengamatan ini peneliti melakukan beberapa kegiatan yaitu mengamati kondisi atau keadaan siswa dalam mengikuti pembelajaran, sehingga peneliti dapat mengetahui keadaan nyata yang terjadi dilapangan. Berdasarkan pengamatan terhadap keadaan siswa, diperoleh hasil survei sebagai berikut, antara lain:

a.         Siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran IPA.

b.         Siswa tidak dapat berkonsentrasi dalam jangka waktu yang lama, apabila pembelajaran dilaksanakan dengan cara konvensional, yaitu dengan metode ceramah.

c.         Siswa kelas III tergolong kelompok siswa yang aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang sering bertanya mengenai tema yang diterangkan guru.

d.         Jika metode ceramah terlalu sering digunakan maka pembelaran akan kurang berhasil, karena pengembangan potensi siswa menjadi kurang maksimal jika dilihat dari tipe belajar siswa.

e.         Rendahnya nilai IPA siswa kelas III khususnya pada kompetensi dasar “memahami berbagai cara gerak benda, hubunganya dengan energi dan sumber energi”.

Hasil penelitian diuraikan dalam tahapan yang berupa siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan. Sebelum sampai pada pemaparan setiap siklus akan di deskripsikan hasil belajar siswa sebelum tindakan siklus dilakukan, seperti data dibawah ini:

  1. Data Hasil Belajar

Data hasil belajar siswa sebelum tindakan menggunakan tes formatif. Data frekuensi nilai IPA siswa kelas III yang masih tergolong rendah ditunjukkan pada table 4.1.

Tabel 4. 1 Data Nilai Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan

No.

Nama Siswa

KKM

Nilai

Keterangan

1.

SD

70

35

Tidak Tuntas

2.

AS

70

70

Tuntas

3.

AH

70

65

Tidak Tuntas

4.

SNH

70

65

Tidak Tuntas

5.

AF

70

64

Tidak Tuntas

6.

AM

70

64

Tidak Tuntas

7.

AAF

70

65

Tidak Tuntas

8.

AS

70

72

Tuntas

9.

AP

70

75

Tuntas

10

BC

70

65

Tidak Tuntas

11

HS

70

50

Tidak Tuntas

12

DS

70

75

Tuntas

13

IS

70

70

Tuntas

14

PA

70

75

Tuntas

15

JA

70

76

Tuntas

16

JN

70

70

Tuntas

17

KNF

70

77

Tuntas

18

NP

70

80

Tuntas

19

PR

70

54

Tidak Tuntas

20

KR

70

54

Tidak Tuntas

21

SA

70

54

Tidak Tuntas

22

TA

70

64

Tidak Tuntas

23

RA

70

68

Tidak Tuntas

24

WS

70

54

Tidak Tuntas

25

YA

70

75

Tuntas

26

RAM

70

35

Tidak Tuntas

27

RAH

70

54

Tidak Tuntas

28

SNA

70

45

Tidak Tuntas

29

YAR

70

35

Tidak Tuntas

 

Nilai Tertinggi                                               80

 

Nilai Terendah                                              35

 

Rata- rata                                                      62,24

 

Keterangan:

Tuntas = 10 Siswa; Tidak Tuntas 19 Siswa

Presentase ketuntasan dihitung berdasarkan rumus berikut:

P =

P =

P = 34,48

P = 34 (pembulatan)

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai rata-rata ulangan harian yang dicapai siswa pada tahap pra siklus mencapai 62,24. Siswa yang tuntas belajar (mencapai KKM) terdapat 10 siswa (34%), sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar (dibawah KKM) 19 siswa (66%). Hasil belajar pada tahap pra siklus secara klasikal belum berhasil karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 (nilai KKM) hanya mencapai 34% dari jumlah siswa secara klasikal yaitu 85% dari jumlah seluruh siswa, jadi harus dilaksanakan perbaikan pada siklus selanjutnya pada selang waktu yang telah ditentukan.

Dari tabel 4.1 tersebut dapat digambarkan dalam bentuk grafik sebagi berikut:

Gambar 4.1 Grafik Frekuensi Nilai Siswa Sebelum Tindakan

Oleh karena itu, hasil data tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Cara yang dipakai peneliti agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu dengan menerapkan media Audio-visual berbasis Powerpoint dalam kegiatan pembelajaran di SD Negeri Seda Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan.

 

  1. Deskripsi Data Siklus I

Kegiatan proses belajar mengajar pada siklus pertama dilaksanakan pada hari Senin, 12 Okotber 2020. Adapun kegiatan pembelajarannya dilaksanakan di dalam ruang kelas III dan di luar ruang kelas, dengan jumlah peserta 29 siswa. Proses pembelajaran mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disiapkan dan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar pengamatan guru dan siswa. Berikut data dari hasil penelitian pada siklus pertama:

a.         Hasil Belajar Siswa

Nilai hasil belajar siswa pada Siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut ini:

Tabel 4.2 Data Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus I

No.

Nama Siswa

KKM

Nilai

Keterangan

1.

SD

70

45

Tidak Tuntas

2.

AS

70

75

Tuntas

3.

AH

70

74

Tuntas

4.

SNH

70

74

Tuntas

5.

AF

70

74

Tuntas

6.

AM

70

74

Tuntas

7.

AAF

70

74

Tuntas

8.

AS

70

74

Tuntas

9.

AP

70

75

Tuntas

10

BC

70

75

Tuntas

11

HS

70

74

Tuntas

12

DS

70

85

Tuntas

13

IS

70

75

Tuntas

14

PA

70

75

Tuntas

15

JA

70

85

Tuntas

16

JN

70

75

Tuntas

17

KNF

70

85

Tuntas

18

NP

70

90

Tuntas

19

PR

70

64

Tidak Tuntas

20

KR

70

64

Tidak Tuntas

21

SA

70

64

Tidak Tuntas

22

TA

70

74

Tidak Tuntas

23

RA

70

70

Tuntas

24

WS

70

74

Tuntas

25

YA

70

85

Tuntas

26

RAM

70

54

Tidak Tuntas

27

RAH

70

61

Tidak Tuntas

28

SNA

70

54

Tidak Tuntas

29

YAR

70

45

Tidak Tuntas

 

Nilai Tertinggi                                               85

 

Nilai Terendah                                              45

 

Rata- rata                                                      71,29

 

Keterangan:

Tuntas = 20 Siswa; Tidak Tuntas 9 Siswa

Presentase ketuntasan dihitung berdasarkan rumus berikut:

P =

P =

P = 68,97

P = 69 (pembulatan)

Dari tabel 4.2 tersebut dapat digambarkan dalam bentuk grafik sebagi berikut:

 

 

 

 

 

Gambar 4.2 Grafik Frekuensi Nilai Siswa Siklus I

Dari datas tersebut menunjukkan bahwa nilai tes evalusi pada Siklus I mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai pra siklus. Nilai rata-rata siswa pada Siklus I mencapai 71,29. Siswa yang sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebanyak 20 siswa (73%). Sedangkan siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebanyak 9 siswa (27%). Hasil belajar siswa pada Siklus I secara klasikal telah berhasil karena siswa yang memperoleh nilai ≥  (nilai KKM) telah mencapai 73% dari jumlah siswa secara klasikal yaitu 85% dari jumlah seluruh siswa, untuk menguji sejauh mana hasil belajar siswa diperlukan penguatan pada siklus selanjutnya pada selang waktu yang telah ditentukan.

b. Hasil Observasi Guru dan Siswa

Tabel 4.3 Lembar Pengamatan Guru Siklus I

 

No

Aspek yang diamati

Nilai

A

B

C

D

1.

Guru membuka pelajaran dengan

mengucap salam

 

 

 

2.

Guru mengajak siswa berdoa

Bersama

 

 

 

3.

Guru memerikasa kehadiran siswa

dengan melakukan absensi

 

 

 

4.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi yang akan

dipelajari pada hari ini

 

 

 

5.

Guru melakukan apersepsi

 

 

 

6.

Guru memotivasi siswa untuk

Belajar

 

 

 

7.

Tahap 1: Orientasi terhadap masalah

Guru meminta siswa untuk membaca ilustrasi tentang Sumber Energi melalui teks bacaan yang telah disediakan agar siswa memperoleh

gambaran konkret mengenai Sumber Energi

 

 

 

8.

Guru mengajak siswa melakukan

percobaan dengan alat peraga yang telah disediakan.

 

 

 

9.

Tahap 2: Mengorganisasikan siswa untuk penyelidikan Guru membantu siswa dalam

mengorganisasikan tugas belajar/ penyelidikan untuk menyelesaikan

permasalahan.

 

 

 

10.

Guru membagi siswa menjadi 4

Kelompok

 

 

 

11.

Guru mebagikan Lembar Kerja

Siswa (LKS) pada masing- masing kelompok

 

 

 

12.

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi secara berkelompok sesuai dengan permasalahan yang ada dalam LKS

siswa.

 

 

 

13.

Tahap 3: Pelaksanaan penyelidikan

Guru membimbing pengamatan yang dilakukan siswa dalam kelompok untuk menemukan

pemecahan masalah

 

 

 

14.

Siswa diarahkan untuk membaca buku paket tematik untuk mencari informasi terkait permasalahan/

penjelasan solusi.

 

 

 

15.

Tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru mengarahkan siswa berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan

yang terdapat dalam LKS

 

 

 

16.

Guru meminta siswa

mempresentasikan hasil diskusi setiap kelompok

 

 

 

17.

Guru memberikan reward kepada siswa yang berani mempresentasikan hasil diskusi

Kelompokya

 

 

 

18.

Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru meminta siswa untuk melakukan refleksi/evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan

proses-proses yang mereka lalui

 

 

 

19.

Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal- hal yang kurang dimengerti mengenai

penyeledikan yang telah dilakukan.

 

 

 

20.

Guru membimbing siswa untuk

menyimpulkan pembelajaran pada hari ini

 

 

 

21.

Guru memberikan penguatan

terhadap kesimpulan yang disampaikan oleh siswa

 

 

 

22.

Guru melakukan refleksi pada

pembelajaran yang telah berlangsung

 

 

 

23.

Guru menginformasikan

pembelajaran pada pertemuan selanjutnya

 

 

 

24.

Guru memberikan soal evalusi pada

Siswa

 

 

 

25.

Guru menutup pembelajaran hari ini dengan membaca doa penutup majelis dan diakhiri dengan

mengucap kan salam

 

 

 

Jumlah

8

48

14

0

Total

70

Kategori

Baik

 

Keterangan:

 

A = 4 (sangat baik), apabila memperoleh skor 76-100

B = 3 (baik), apabila memperoleh skor 51-75

C = 2 (cukup), apabila memperoleh skor 26-50

D = 1 (kurang), apabila memperoleh skor 0-25 (Muakhidah, 2018: 137)

Berdasrkan hasil pengamatan pada tabel 4.3 menunjukkan  bahwa kegiatan pembelajaran IPA melalui penerapan media pembelajaran Media Audio-Visual Berbasis Powerpoint pada Siklus I  mendapatkan total skor 70 dengan kategori baik. Ada beberapa aspek yang harus ditingkatkan lagi yaitu: (1) Guru kurang menjelaskan tujuan dan materi yang akan dipelajari (2) Guru kurang mengondisikan siswa saat pembagian LKS. (3) Guru kurang mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi secara berkelompok (4) Guru kurang membimbing pengamatan yang dilakukan siswa dalam kelompok untuk menemukan pemecahan masalah (5) Guru kurang membimbing siswa untuk menyimpulkan butir- butir penting pembelajaran hari ini (6) Guru kurang memberikan penguatan terhadap kesimpulan yang disampaikan oleh siswa (7) Guru kurang melakukan refleksi dari pembelajaran yang telah berlangsung.

Tabel 4.4 Lembar Pengamatan Siswa Siklus I

No.

Nama Siswa

Aspek yang Diamati

Pengetahuan

Keaktifan

Kerjasama

B

C

K

B

C

K

B

C

K

1.

SD

 

 

 

 

 

 

2.

AS

 

 

 

 

 

 

3.

AH

 

 

 

 

 

 

4.

SNH

 

 

 

 

 

 

5.

AF

 

 

 

 

 

 

6.

AM

 

 

 

 

 

 

7.

AAF

 

 

 

 

 

 

8.

AS

 

 

 

 

 

 

9.

AP

 

 

 

 

 

 

10.

BC

 

 

 

 

 

 

11.

HS

 

 

 

 

 

 

12.

DS

 

 

 

 

 

 

13.

IS

 

 

 

 

 

 

14.

PA

 

 

 

 

 

 

15.

JA

 

 

 

 

 

 

16.

JN

 

 

 

 

 

 

17.

KNF

 

 

 

 

 

 

18.

NP

 

 

 

 

 

 

19.

PR

 

 

 

 

 

 

20.

KR

 

 

 

 

 

 

21.

SA

 

 

 

 

 

 

22.

TA

 

 

 

 

 

 

23

RA

 

 

 

 

 

 

24

WS

 

 

 

 

 

 

25

YA

 

 

 

 

 

 

26

RAM

 

 

 

 

 

 

17

RAH

 

 

 

 

 

 

28

SNA

 

 

 

 

 

 

 

29

YAR

 

 

 

 

Jumlah

4

17

8

3

17

9

3

18

8

 

 

Keterangan:

 

B = Baik

 

C = Cukup

K = Kurang

Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran IPA melalui media pembelajaran Media Audio-Visual Berbasis Powerpoint pada Siklus I cukup baik. Siswa mampu mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki, meskipun masih ada beberapa siswa yang belum menjawab sesuai pengetahuan. Dari aspek keaktifan dalam Siklus I ini masih kurang di bandingkan dengan kedua aspek lainnya. Masih banyak siswa yang belum bekerja secara aktif dalam diskusi kelompok, hanya beberapa siswa yang terlihat menonjol. Dari aspek kerjasama dalam Siklus I ini, para siswa terlihat dapat bekerjasama dengan kelompokknya dengan baik, meskipun masih ada beberapa siswa yang kurang bekerjasama dengan kelompok.

c.         Refleksi (reflecting)

Adapun keberhasilan dan kegagalan yang terjadi pada siklus pertama adalah sebagai berikut:

1)   Siswa yang melakukan kegiatan sesuai dengan yang diperintahkan guru hanya siswa-siswa yang aktif saja, hal ini ditunjukan dengan perolehan skor minat siswa dalam kategori cukup.

2)   Aktivitas siswa dalam hal perhatian dan partisipasi memperoleh skor dalam kategori baik.

3)   Nilai rata-rata kelas sudah menunjukkan perubahan yang signifikan yaitu 71,29%, dan siswa yang sudah mencapai KKM sebanyak 16 siswa atau 55%.

4)   Aktifitas guru masih perlu ditingkatkan dalam hal menyimpulkan tema pembelajaran, menjelaskan media Audio-visual berbasis Powerpoint, menentukan nilai individu dan kelompok, dan kemampuan melakukan evaluasi.

Untuk memperbaiki kelemahan dan mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai pada siklus pertama, maka pada pelaksanaan siklus kedua dapat dibuat perencanaan sebegai berikut:

a)    Memberikan motivasi kepada siswa agar meningkatkan minat belajar dari kategori cukup menjadi lebih baik lagi.

b)   Lebih intensif membimbing kelompok yang mengalami kesulitan agar minat, perhatian, dan partisipasi siswa lebih meningkat.

c)    Memperbaiki dan meningkatkan aktifitas guru yang masih memperoleh skor kurang dan cukup menjadi lebih baik.

 

4. Deskripsi Data Siklus II

Siklus kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Oktober 2020. Adapun kegiatan pembelajarannya dilaksanakan di dalam ruang kelas dan di luar ruang kelas dengan jumlah peserta 29 siswa. Proses pembelajaran mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disiapkan dan menggunakan intrumen penelitian berupa lembar pengamatan guru dan siswa. Berikut data dari hasil penelitian pada siklus kedua:

a.         Hasil Belajar Siswa

Nilai hasil belajar siswa pada Siklus II dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut ini:

Tabel 4.5 Data Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus II

No.

Nama Siswa

KKM

Nilai

Keterangan

1.

SD

70

64

Tidak Tuntas

2.

AS

70

86

Tuntas

3.

AH

70

80

Tuntas

4.

SNH

70

79

Tuntas

5.

AF

70

80

Tuntas

6.

AM

70

80

Tuntas

7.

AAF

70

80

Tuntas

8.

AS

70

80

Tuntas

9.

AP

70

85

Tuntas

10

BC

70

84

Tuntas

11

HS

70

80

Tuntas

12

DS

70

95

Tuntas

13

IS

70

88

Tuntas

14

PA

70

82

Tuntas

15

JA

70

95

Tuntas

16

JN

70

82

Tuntas

17

KNF

70

95

Tuntas

18

NP

70

95

Tuntas

19

PR

70

65

Tidak Tuntas

20

KR

70

70

Tuntas

21

SA

70

70

Tuntas

22

TA

70

85

Tuntas

23

RA

70

74

Tuntas

24

WS

70

80

Tuntas

25

YA

70

98

Tuntas

26

RAM

70

65

Tidak Tuntas

27

RAH

70

74

Tuntas

28

SNA

70

64

Tidak Tuntas

29

YAR

70

64

Tidak Tuntas

 

Nilai Tertinggi                                               98

 

Nilai Terendah                                              64

 

Rata- rata                                                      79,96

 

Keterangan:

Tuntas = 25 Siswa; Tidak Tuntas 4 Siswa

Presentase ketuntasan dihitung berdasarkan rumus berikut:

P =

P =

P = 86,21

P = 86 (pembulatan)

 

Dari tabel 4.5 tersebut dapat digambarkan dalam bentuk grafik sebagi berikut:

Gambar 4.3 Grafik Nilai Siswa Siklus II

Dari data diatas menunjukkan bahwa nilai tes evalusi pada Siklus II mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai Siklus I. Nilai rata-rata siswa pada Siklus II mencapai 79,96. Siswa yang sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebanyak 25 siswa (86%). Sedangkan siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebanayak 4 siswa (14%).

Dengan demikian hasil belajar siswa pada Siklus II secara klasikal berhasil karena siswa yang memperoleh nilai ≥ (nilai KKM) telah mencapai 86% dari jumlah siswa secara klasikal yaitu 85% dari jumlah seluruh siswa.

b.        Hasil Pengamatan terhadap Guru dan Siswa

Hasil pengamatan terhadap guru yang dilakukan pada kegiatan pembelajaran siklus kedua ditunjukkan oleh tabel 4.6. Hasil observasi aktivitas guru dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus kedua mendapatkan perolehan skor 94.

Tabel 4.6 Lembar Pengamatan Guru Siklus II

No

Aspek yang diamati

Nilai

A

B

C

D

1.

Guru membuka pelajaran dengan

mengucap salam

 

 

 

2.

Guru mengajak siswa berdoa bersama

 

 

 

3.

Guru memerikasa kehadiran siswa

dengan melakukan absensi

 

 

 

4.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi yang akan

dipelajari pada hari ini

 

 

 

5.

Guru melakukan apersepsi

 

 

 

6.

Guru memotivasi siswa untuk belaja

 

 

 

7.

Tahap 1: Orientasi terhadap masalah Guru meminta siswa untuk membaca ilustrasi tentang gaya magnet melalui teks bacaan yang telah disediakan agar siswa memperoleh gambaran konkret

mengenai Sumber Energi

 

 

 

8.

Guru mengajak siswa melakukan percobaan dengan alat peraga yang

telah disediakan.

 

 

 

9.

Tahap 2: Mengorganisasikan siswa untuk penyelidikan

Guru membantu siswa dalam mengorganisasikan tugas belajar/ penyelidikan untuk menyelesaikan

permasalahan.

 

 

 

10.

Guru membagi siswa menjadi 4

Kelompok

 

 

 

11.

Guru mebagikan Lembar Kerja Siswa

(LKS) pada masing- masing kelompok

 

 

 

12.

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi secara berkelompok sesuai dengan permasalahan yang ada dalam LKS

siswa.

 

 

 

13.

Tahap 3: Pelaksanaan penyelidikan Guru membimbing pengamatan yang dilakukan siswa dalam kelompok untuk

menemukan pemecahan masalah

 

 

 

14.

Siswa diarahkan untuk membaca buku paket tematik untuk mencari informasi

terkait permasalahan/ penjelasan solusi.

 

 

 

15.

Tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru mengarahkan siswa berdiskusi

untuk menyelesaikan permasalahan yang terdapat dalam LKS

 

 

 

16.

Guru meminta siswa mempresentasikan

hasil diskusi setiap kelompok

 

 

 

17.

Guru memberikan reward kepada siswa yang berani mempresentasikan hasil

diskusi kelompokya

 

 

 

18.

Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru meminta siswa untuk melakukan refleksi/evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka

Lalui

 

 

 

19.

Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal- hal yang kurang dimengerti mengenai

penyeledikan yang telah dilakukan.

 

 

 

20.

Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran pada hari

Ini

 

 

 

21.

Guru memberikan penguatan terhadap

kesimpulan yang disampaikan oleh siswa

 

 

 

22.

Guru melakukan refleksi pada

pembelajaran yang telah berlangsung

 

 

 

23.

Guru menginformasikan pembelajaran

pada pertemuan selanjutnya

 

 

 

24.

Guru memberikan soal evalusi pada

Siswa

 

 

 

25.

Guru menutup pembelajaran hari ini dengan membaca doa penutup majelis dan diakhiri dengan mengucap kan

Salam

 

 

 

Jumlah

76

18

0

0

Total

94

Kategori

Sangat Baik

 

Keterangan:

 

A = 4 (sangat baik), apabila memperoleh skor 76-100

B = 3 (baik), apabila memperoleh skor 51-75

C = 2 (cukup), apabila memperoleh skor 26-50

D = 1 (kurang), apabila memperoleh skor 0-25 ( Muakhidah, 2018: 137)

Pada siklus kedua, data siswa diperoleh dengan menggunakan lembar observasi pada siswa dan tes formatif. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus kedua ditunjukkan pada tabel 4.7. Dari hasil pengamatan itu menunjukkan minat siswa dalam kategori sangat baik, perhatian siswa dalam kategori sangat baik, dan partisipasi siswa dalam kategori sangat baik.

 

 

 

No.

Nama Siswa

Aspek yang Diamati

Pengetahuan

Keaktifan

Kerjasama

B

C

K

B

C

K

B

C

K

1.

SD

 

 

 

 

 

 

2.

AS

 

 

 

 

 

 

3.

AH

 

 

 

 

 

 

4.

SNH

 

 

 

 

 

 

5.

AF

 

 

 

 

 

 

6.

AM

 

 

 

 

 

 

7.

AAF

 

 

 

 

 

 

8.

AS

 

 

 

 

 

 

9.

AP

 

 

 

 

 

 

10.

BC

 

 

 

 

 

 

11.

HS

 

 

 

 

 

 

12.

DS

 

 

 

 

 

 

13.

IS

 

 

 

 

 

 

14.

PA

 

 

 

 

 

 

15.

JA

 

 

 

 

 

 

16.

JN

 

 

 

 

 

 

17.

KNF

 

 

 

 

 

 

18.

NP

 

 

 

 

 

 

19.

PR

 

 

 

 

 

 

20.

KR

 

 

 

 

 

 

21.

SA

 

 

 

 

 

 

22.

TA

 

 

 

 

 

 

23.

RA

 

 

 

 

 

 

24.

WS

 

 

 

 

 

 

25.

YA

 

 

 

 

 

 

26.

RAM

 

 

 

 

 

 

27.

RAH

 

 

 

 

 

 

28.

SNA

 

 

 

 

 

 

29.

YAR

 

 

 

 

 

 

Jumlah

9

17

3

6

23

0

8

21

0

Tabel 4.7 Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa pada Siklus II

 

c.      Refleksi (reflecting)

Adapun refleksi dari hasil kegiatan PMB Silkus kedua adalah:

1)   Siswa mampu membangun kerjasama dalam kelompok untuk memahami tugas yang diberikan guru. Siswa mulai mampu berpartisipasi dalam kegiatan dan tepat waktu dalam melaksanakanya.

2)   Siswa terlihat lebih semangat dalam belajar, hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang mengalami peningkatan baik minat, perhatian, maupun partisipasi siswa.

3)   Hasil belajar siswa melalui tes formatif juga mengalami peningkatan yaitu dari rata-rata 71,29% pada siklus pertama menjadi 79,96% pada siklus kedua.

4)   Aktifitas guru dalam menyimpulkan tema, menentukan nilai individu dan kelompok, dan kemampuan melakukan evaluasi perlu ditingkatkan kembali.

 

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data yang ada, dapat dilihat adanya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Selain aktivitas juga diperoleh peningkatan nilai hasil belajar Materi Sumber Energi dalam mata pelajaran IPA siswa kelas III SD Negeri Seda.

Adanya peningkatan aktivitas siswa menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media Audio-visual berbasis Powerpoint telah berhasil. Pembelajaran dengan menggunakan media Audio-visual berbasis Powerpoint memiliki banyak teknik, salah satunya yaitu dengan meningkatkan partisipasi individu dalam pembelajaran. Partisipasi individu ini akan membuat siswa merasa penting dan berguna dalam setiap kegiatan pembelajaran. Siswa akan tersugesti untuk terus semangat dalam belajar, dan memiliki anggapan bahwa belajar itu menyenangkan.

Proses pengamatan selama kegiatan penelitian, diperoleh data bahwa kegiatan siswa dalam pembelajaran tergolong aktif. Sebelum diadakan tindakan, kegiatan siswa hanya seputar mendengarkan penjelasan guru yang diselingi menulis dan membaca melalui perintah guru. Setelah diadakan tindakan, kegiatan siswa mengalami perubahan yaitu didominasi dengan kegiatan menulis, berinteraksi dengan teman, anak merasa lebih nyaman, dan berperan aktif dalam pembelajaran. Semua kegiatan tersebut merupakan indikator keberhasilan dalam pembelajaran dengan menggunakan media Audio-visual berbasis Powerpoint.

Peningkatan hasil belajar Materi Sumber Energi dalam mata pelajaran IPA dapat dilihat dengan adanya peningkatan persentase siswa memperoleh nilai mencapai KKM atau lebih seperti yang telah tercantum dalam data frekuensi nilai hasil belajar siswa kelas III dari mulai sebelum tindakan, setelah tindakan siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga. Secara lebih rinci perkembangan hasil belajar IPA Materi Sumber Energi siswa kelas III SD Negeri Seda dalam penelitian dapat dilihat pada rincian tabel beberapa siklus sebagai berikut:

 

Tabel 4.8 Rekapitulasi Hasil belajar Siswa Per Siklus

No.

Nama Siswa

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

1

SD

35

45

64

2

AS

70

75

86

3

AH

65

74

80

4

SNH

65

74

79

5

AF

64

74

80

6

AM

64

74

80

7

AAF

65

74

80

8

AS

72

74

80

9

AP

75

75

85

10

BC

65

75

84

11

HS

50

74

80

12

DS

75

85

95

13

IS

70

75

88

14

PA

75

75

82

15

JA

76

85

95

16

JN

70

75

82

17

KNF

77

85

95

18

NP

80

90

95

19

PR

54

64

65

20

KR

54

64

70

21

SA

54

64

70

22

TA

64

74

85

23

RA

68

70

74

24

WS

54

74

80

25

YA

75

85

98

26

RAM

35

54

65

27

RAH

54

61

74

28

SNA

45

54

64

29

YAR

35

45

64

Jumlah

1805

2067

2319

Rata- rata

62.24

71.29

79.96

(Sumber: Data Primer)

 

Dari tabel 4.8 tersebut dapat digambarkan dalam bentuk grafik sebagi berikut:

Gambar 4.4 Rekapitulasi Hasil belajar Siswa Per Siklus

 

Berdasarkan hasil pengamatan dalam pelaksanaan siklus pertama diperoleh data nilai hasil belajar siswa yang telah disusun dalam bentuk frekuensi. Hasil penelitian ini dituangkan dalam bentuk tabel yang berisikan nilai tertinggi, nilai terendah, siswa yang telah mencapai nilai KKM, siswa yang belum mencapai nilai KKM dan persentase. Adapun tabel hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 4.9 Rata-Rata Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus I

No

Keterangan

Nilai

1

Nilai Terendah

45

2

Nilai Tertinggi

90

3

Nilai Rata-rata Kelas

71, 29

4

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

70

5

Jumlah Siswa yang Mencapai Nilai KKM

16

6

Jumlah Siswa yang Mendapat Nilai di Bawah KKM

13

7

Persentase Siswa yang Mencapai KKM

55%

 

Data menunjukkan bahwa siswa yang telah mencapai KKM sebanyak 16 siswa yaitu 55% sedangkan siswa yang masih mencapai hasil dibawah KKM adalah 13 siswa dengan persentase 38%. Hasil belajar siswa dalam PMB siklus pertama ini telah mengalami peningkatan dari kondisi awal sebelum penelitian yang dapat dilihat dari perolehan nilai tertinggi, nilai terendah, rata-rata kelas, jumlah siswa yang masih di bawah KKM dan jumlah siswa yang telah memenuhi KKM.

Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan dalam pelaksanaan siklus kedua diperoleh data nilai hasil belajar siswa yang telah disusun dalam bentuk frekuensi. Hasil penelitian ini dituangkan dalam bentuk tabel yang berisikan nilai tertinggi, nilai terendah, siswa yang telah mencapai nilai KKM, siswa yang belum mencapai nilai KKM dan persentase. Adapun tabel hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 4. 10 Rata-Rata Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus Kedua

No

Keterangan

Tes Awal

1

Nilai Terendah

64

2

Nilai Tertinggi

98

3

Nilai Rata-rata Kelas

79,96

4

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

70

5

Jumlah Siswa yang Mencapai Nilai KKM

25

6

Jumlah Siswa yang Mendapat Nilai di Bawah KKM

4

7

Persentase Siswa yang Mencapai KKM

86%

 

Data menunjukkan bahwa siswa yang telah mencapai KKM sebanyak 25 siswa yaitu 86% sedangkan siswa yang masih mencapai hasil dibawah KKM adalah 4 siswa dengan persentase 14%. Hasil belajar siswa dalam PMB siklus kedua ini telah mengalami peningkatan dari kondisi awal sebelum penelitian dan siklus pertama yang dapat dilihat dari perolehan nilai tertinggi, nilai terendah, rata-rata kelas, jumlah siswa yang masih di bawah KKM dan jumlah siswa yang telah memenuhi KKM.

Dari paparan hasil penelitian dari siklus pertama sampai pada siklus kedua diperoleh data nilai hasil belajar keseluruhan dibawah ini:

Tabel 4.11 Rekapitulasi Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Siswa

No

Keterangan

Sebelum Tindakan

Siklus I

Siklus II

1

Nilai Terendah

35

45

55

2

Nilai Tertinggi

80

90

98

3

Rata-rata Nilai

62,25

71,29

79,96

4

Siswa yang Mencapai KKM

10

16

25

5

Persentase

34%

55%

86%

Data diatas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan perolehan skor terendah yang semula 35 menjadi 60, dan perolehan nilai tertinggi yang semula 80 menjadi 98.

Selain itu peningkatan juga dapat dilihat dengan banyaknya siswa yang mencapai nilai sesuai KKM yaitu yang semula sebelum dilaksanakan tindakan sebanyak 10 siswa dan setelah dilaksanakan tindakan siklus satu meningkat menjadi 16 siswa, kemudian meningkat menjadi 25 siswa pada siklus kedua, yang mencapai nilai sesuai KKM.

Berdasarkan tabel 4.11 dapat dibuat grafik nilai rata-rata siswa sebelum tindakan, siklus pertama dan siklus kedua.

Gambar 4.5 Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa

30

 

 

 

 

25

 

26

 

 

 

 

 

 

 

25

19

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20

16

13

 

 

 

 

 

15

10

 

 

4

 

 

10

 

 

 

 

3

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum

Siklus I

 

Siklus II

Siklus III

 

 

 

 

 

Tindakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Siswa yang Mencapai KKM

 

 

Siswa dibawah KKM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan keseluruhan tindakan siklus yang telah dilaksanakan, dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan media Audio-visual berbasis Powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar IPA Materi Sumber Energi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil peningkatan nilai hasil belajar yang terjadi pada setiap siklus, selain itu keberhasilan juga dapat dilihat bersadarkan data pengamatan aktifitas siswa yang menunjukkan peningkatan pencapaian skor setiap siklusnya. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran dengan menggunakan media Audio-visual berbasis Powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar IPA Materi Sumber Energi pada siswa kelas III SD Negeri Seda.

BAB V

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang diperoleh selama dalam penelitian ini yang mencakup hasil dari pra siklus, siklus pertama dan siklus kedua diperoleh hasil bahwa pembelajaran dengan menggunakan media Audio-visual berbasis Powerpoint ini dapat meningkatkan hasil belajar Tema 6 Sub Tema 1 Pembelajaran 1 materi Sumber Energi pada siswa kelas III SD Negeri Seda. Hasil belajar meningkat secara signifikan yaitu 17,71%. Hal ini terbukti nilai rata-rata kelas pada pra siklus 62,25 (34%) dengan 10 siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 71,29 (55%) dengan 16 siswa yang mencapai KKM pada siklus pertama meningkat menjadi 79,96 (86%) dengan 25 siswa yang mencapai KKM pada siklus kedua.

 

B.  Saran- Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, akan disampaikan beberapa saran-saran yang diharapkan dapat menjadi landasan untuk melakukan berbagai tindakan perbaikan dalam kegiatan proses belajar mengajar, yaitu sebagai berikut:

1.    Bagi Siswa

     Siswa diharapkan lebih semangat dalam belajar khususnya pada muatan IPA agar dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal dengan terus meningkatkan motivasi dari dalam diri sendiri dan menganggap semua pembelajaran itu mudah bila dilakukan dengan sungguh-sungguh.

2.    Bagi Guru

       Seorang guru diharapkan mampu mengelola kegiatan pembelajaran sedemikian rupa agar apa yang menjadi tujuan dari pada pembelajaran itu dapat tercapai dengan maksimal. Salah satu usaha untuk mewujudkan tujuan pembelajaran adalah ketepatan dalam menggunakan model, metode, strategi ataupun pendekatan yang sesuai. Sehingga kegiatan pembelajaran menjadi sarana bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan, mengasah kemampuan dan pemenuh rasa ingin tahu siswa akan suatu hal yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui.

3.    Bagi Sekolah

       Bagi pihak sekolah atau penyelenggara pendidikan seperti kepala sekolah serta jajaran komite yang juga ikut berkecimpung dalam penyelenggaraan tersebut hendaknya mampu memenuhi apa yang menjadi tanggung jawab dari masing- masing pihak yaitu dengan menyalurkan ide atau gagasan yang dapat membantu mendukung tercapainya tujuan dari kegiatan pembelajaran tersebut.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abtokhi, Ahmad. 2008. SAINS Untuk PGMI/PGSD. Malang: UIN Malang.

 

Ahmadi, Abu. 1991. Teknik Belajar yang Efektif. Jakarta: PT Rineka Cipta.

 

Arifin, Mulyati dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkunganku. Jakarta:

PT Setia Purna Invers.

 

Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Anas Sudijono. (2006). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafika Persada.

 

Aqib, Z. (2002). Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan Cendekia.

 

Ashar Arsyad. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

 

Alamul Huda. (2007). Panduan Praktis Microsoft Powerpoint 2007. Surabaya: Penerbit Indah

 

Baharuddin, Esa Nur Wahyuni, 2008. Teori Belajar & Pembelajaran.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

 

Departemen Agama. 2004. Standar Kompetensi Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Derektorat Jendral Kelembagaan Agama Islam.

 

Djamarah, Syaiful Bahri. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

 

Gredler, Margaret E. Bell. 1994. Belajar dan Membelajarkan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Abtokhi, Ahmad. 2008. SAINS Untuk PGMI/PGSD. Malang: UIN Malang.

 

Ahmadi, Abu. 1991. Teknik Belajar yang Efektif. Jakarta: PT Rineka Cipta.

 

Arifin, Mulyati dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkunganku. Jakarta:

PT Setia Purna Invers.

 

Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Anas Sudijono. (2006). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafika Persada.

 

Aqib, Z. (2002). Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan Cendekia.

 

Ashar Arsyad. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

 

Alamul Huda. (2007). Panduan Praktis Microsoft Powerpoint 2007. Surabaya: Penerbit Indah

 

Baharuddin, Esa Nur Wahyuni, 2008. Teori Belajar & Pembelajaran.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

 

Departemen Agama. 2004. Standar Kompetensi Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Derektorat Jendral Kelembagaan Agama Islam.

 

Djamarah, Syaiful Bahri. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

 

Gredler, Margaret E. Bell. 1994. Belajar dan Membelajarkan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hadiat. 1996. Alam Sekitar Kita1:Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar Kelas 3. Jakarta: Balai Pustaka

 

Hamri, S. 2007. Jendela IPA 3A Lingkungan dan Alam Sekitar SD/ MI. Solo: Tiga Serangkai.

 

Hamruni. Strategi Pembelajaran. Yogjakarta.

 

Haryono. 2013. Pembelajaran IPA yang Menarik dan Mengasyikan: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Kepel Press.

 

Huda, Miftahul. 2013. Model-Model Pengajaran Dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Ilyasih Riyana. (2008). Pemanfaatan OHP dan Presentasi dalam Pembelajaran. Jakarta: Cipta Agung.

 

Isroi.    (2008). Presentasi        Efektif  dengan Ms       Powerpoint.     Diambil           dari http://isroi.com/2008/04/03/presentasi-efektif-dengan-ms-power-point/, pada tanggal 18 Oktober 2020.

 

Kunandar. 2012. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Press.

 

Priyono dkk. 2014. Ilmu Pengetahuan Alam 3. Surakarta: Mentari

 

Pudjanarsa, Astu, Nursuhud Djati. 2006.  Mesin Konversi Energi. Yogyakarta: ANDI.

 

Poerwadarminto, WJS. 2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

 

Purwanto, Ngalim. 1997. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

 

Sudjana, Nana. 1990. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

 

Slameto. 2001. Belajar dan Faktor-faktor dalam Pembelajaran. Bandung : Press Media.

 

Sriyanti, Lilik dkk. 2009. Teori-teori Belajar. Salatiga: STAIN Salatiga Press.

 

Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar & Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

 

Widiatmoko, Irwan. 2008. Super Great Memory. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

 

            (2006). Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

 

            (2009). Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada